Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) pada Pembelajaran IPAS di Kelas V Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.33578/kpd.v5i2.p185-192Kata Kunci:
Keterampilan Kolaborasi; , Two Stay Two Stray, Pembelajaran Kooperatif, Penelitian Tindakan KelasAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik kelas V melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS). Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 28 peserta didik kelas V SDN 153/IX Suka Makmur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket keterampilan kolaborasi yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase dan rata-rata ketercapaian indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan kolaborasi peserta didik pada siklus I sebesar 65,25% dengan kategori “Baik” dan meningkat menjadi 83,25% pada siklus II dengan kategori “Sangat Baik”. Terjadi peningkatan sebesar 18% dari siklus I ke siklus II. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model Two Stay Two Stray (TSTS) efektif dalam meningkatkan komitmen, partisipasi, musyawarah, dan sikap saling menghormati antar peserta didik. Dengan demikian, model TSTS dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan kolaborasi sebagai salah satu kompetensi abad ke-21 di sekolah dasar
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Tasya Salsabillah, Eko Kuntarto, Issaura Sherly Pamela

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





